Pentingnya Product Life Cycle bagi Produsen

Pentingnya Product Life Cycle bagi Produsen

Pentingnya Product Life Cycle bagi Produsen

Untuk memenuhi berbagai kebutuhan serta memudahkan berbagai aktifitas, manusia menciptakan berbagai produk dan akhirnya diperjualbelikan di pasaran. Seiring berjalannya waktu dan pengembangan yang terjadi pada manusia, produk tersebut terus diperbarui agar semakin sesuai dengan kebutuhan. Produk yang sudah lama dan ketinggalan akan mulai digantikan oleh produk-produk baru. Dan inilah yang dimaksud dengan product life cycle.

Mengapa Perusahaan Perlu Memperhatikan Product Life Cycle?

Jadi seperti halnya yang terjadi pada manusia, ternyata berbagai macam produk yang Anda gunakan sehari-hari ternyata juga memiliki siklus hidupnya sendiri. Produk lama digantikan oleh dengan produk baru yang lebih modern. Dan semakin modern barang produksi, maka makin mahal pula peluang harga yang bisa dibanderol saat rilis.

Maka dari itu, banyak perusahaan besar yang kredibel ingin mengetahui bagaimana tahapan siklus hidup dari produk yang berlainan serta menyadari bahwa segala produk yang mereka buat dan pasarkan mempunyai batasan masa pakainya sendiri. Untuk hal ini, perusahaan mengalokasikan anggaran untuk pengembangan produk baru demi memastikan kelangsungan hidup bisnisnya.

Siklus hidup suatu produk terbagi ke dalam 4 tahapan dimana tiap tahap memperlihatkan karakteristiknya sendiri. Tahapan tersebut diantaranya;

Tahap Pengenalan

Produk yang masih dalam tahap pengenalan, umumnya membutuhkan alokasi dana yang paling banyak. Mulai untuk keperluan launching yang harus didengar dan promosi yang tak jarang juga cukup mahal. Belum lagi dengan market produk baru yang masih kecil dengan tingkat penjualan yang mungkin cenderung rendah sebelum terjadi peningkatan.

Seperti yang diketahui bahwa biaya untuk riset dan pengembangan bisa sangat tinggi, ditambah pengujian produk terhadap konsumen lalu proses pemasaran lewat acara launching dan promosi bisa saja sangat tinggi. Masalah menjadi lebih berat ketika tingkat persaingan sangat kompetitif.

Tahap Pertumbuhan

Produk yang berada dalam tahap pertumbuhan umumnya memiliki tanda angka penjualannya yang terus mengalami peningkatan dan mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Keuntungan yang didapat oleh pihak produsen bisa dimulai dari keuntungan skala ekonomi produksi, profit margin, hingga jumlah laba keseluruhan yang mengalami peningkatan.

Berbagai macam potensi keuntungan tersebut kemudian memungkinkan pihak produsen untuk menganggarkan dana lebih banyak untuk kegiatan promosi demi mengoptimalkan potensi keuntungan selama tahap pertumbuhan.

Tahap Kedewasaan

Pada tahapan ini, produsen mulai menghadapi tantangan demi mempertahankan pangsa pasar yang sudah mereka bangun dan kuasai dengan berbagai macam cara dan upaya. Momen ini bisa dikatakan sebagai waktu yang paling kompetitif bagi mayoritas produk.

Produsen harus bisa menginvestasikan modalnya dengan bijak untuk taktik dan strategi pemasaran. Selain itu, pengusaha juga perlu membuka pertimbangan untuk melakukan modifikasi terhadap produk atau mengoptimalkan proses produksi di pabriknya.

Tahap Penurunan

Produk yang berada pada tahap penurunan ini memiliki pasar yang cenderung mulai menyusut yang dipicu oleh kondisi jenuh atau bisa juga konsumen sudah beralih ke produk lain. Proses penurunan semacam ini tidak bisa dihindari. Namun demikian, meskipun pasar terus menyusut, perusahaan masih memiliki peluang untuk mendapatkan keuntungan dengan cara beralih menggunakan metode produksi yang dinilai lebih murah dengan market yang juga lebih murah.

Kunci sukses dari suatu bisnis memang tak hanya untuk memahami product life cycle saja, namun kemampuan dalam mengelola produk selama siklus hidup tersebut juga menjadi hal yang tak kalah penting. Mereka juga harus bisa mengelola sumber daya yang ada dengan tepat serta menerapkan sales dan strategi pemasaran yang tepat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *